BERITA

Detail Berita

PERAN ORANG TUA WALI, ,PENTINGKAH ?

Sabtu, 10 Oktober 2026 08:07 WIB
36 |   -

*PERAN ORANG TUA WALI MURID, PENTINGKAH?*

Tidak ada kursi mewah. Tidak ada meja tinggi. Para bapak-bapak duduk lesehan di atas karpet, dengan segelas air putih dan kopi di depan. Di depan mereka, guru-guru duduk di meja rendah dengan pengeras suara sederhana. Kipas angin menyala pelan. Lantai keramik memantulkan cahaya.

Tapi di ruangan sederhana inilah, masa depan anak-anak SMK Negeri 1 Setia Bakti Aceh Jaya sedang dirundingkan.

Banyak yang bertanya, "Untuk apa sih rapat orang tua? Bukankah sudah menyerahkan anak ke sekolah?"

Jawabannya: *Sangat penting. Bahkan kunci utamanya.*

*1. Sekolah Tidak Bisa Jalan Sendiri*

Di SMKN 1 Setia Bakti, kami mengajarkan cara beternak, cara bertani modern, cara menjahit baju. Tapi kami tidak bisa mengajarkan adab di rumah, kedisiplinan bangun subuh, atau kejujuran saat tidak ada guru.

Itu tugas Bapak dan Ibu di rumah.

Seperti dalam foto ini, ketika seorang ayah dengan topi dan peci hitam duduk melingkar mendengarkan, ia sedang berkata tanpa kata-kata: _"Pak guru, saya titip anak saya. Mari kita jaga sama-sama."_

 

Pendidikan itu seperti menanam pohon yang kemarin kita tanam. Guru menyiram di sekolah dari jam 08.00 sampai 15.00. Orang tua yang menjaga akarnya di rumah selama 24 jam.

*2. Anak SMK Butuh Restu dan Dukungan Mental*

Anak SMK berbeda dengan SMA. Mereka akan langsung kerja, langsung buka usaha, langsung terjun ke masyarakat.

Ketika bapak-bapak dalam foto ini datang rapat, pulang ke rumah dan berkata kepada anaknya:

_"Nak, Bapak sudah bertemu guru mu. Bapak setuju kau ikut program sekolah, Bapak dukung kau buat usaha ternak sapi itu."_

Kalimat itu lebih kuat dari 100 jam pelajaran motivasi. Anak yang direstui orang tuanya akan berani mendunia, meski sekolahnya di desa.

*3. Musyawarah Maulid: Bukti Sekolah dan Orang Tua Satu Hati*

Rapat Jumat 09 Oktober 2026 ini bukan hanya soal nilai. Ada agenda ke-3 yang sangat mulia: *Musyawarah Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW.*

Ini luar biasa. Sekolah kejuruan tidak hanya bicara soal TEFA dan program, tapi juga bicara soal akhlak. Dan sekolah tidak memutuskan sendiri peringatan Maulid seperti apa, tapi memanggil orang tua untuk bermusyawarah.

Inilah nilai Aceh Jaya yang sesungguhnya. Gotong royong. Ureueng tuha dan guru duduk bersama. Ini yang membuat SMKN 1 Setia Bakti bukan sekadar sekolah, tapi rumah besar.

*Jadi, Pentingkah Peran Orang Tua Wali?*

Sangat penting.

Tanpa orang tua yang hadir seperti dalam foto ini, sekolah hanyalah gedung.

Tanpa guru yang mau duduk lesehan bersama wali murid, pendidikan hanyalah formalitas.

 

Tapi ketika keduanya duduk bersama, di lantai yang sama, minum air dari gelas yang sama, maka lahirlah generasi yang kuat.

 

*Untuk Bapak-bapak yang ada di foto ini dan semua wali murid SMKN 1 Setia Bakti:*

Terima kasih sudah datang. Terima kasih sudah meluangkan waktu dari kebun, dari sawah, dari laut. Kehadiran Bapak hari ini adalah doa paling nyata untuk kesuksesan anak-anak kita.

 

*Sekolah di Desa, Karya Mendunia - itu hanya bisa terjadi jika Orang Tua, Guru, dan Siswa bersatu.*

 

Tim Humas smkn1setiabakti

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini